Minggu, 23 Maret 2014

0 Modul 1 Pemilihan Bahan dan Proses









Kamis, 19 Desember 2013

0 Pengertian Dan Fungsi Transistor

Transistor adalah komponen elektronika yang memegang peranan penting.  Untuk mengenalnya dibutuhkan sejumlah pengetahuan dasar.  Transistor banyak dibutuhkan atau hampir semua rangkaian elektronika membutuhkannya.  Meskipun dalam rangkaian elektronika itu ada IC, namun transistor tak bisa ditinggalkan.  Misalnya pada pesawat penerima radio transistor, pesawat pemancar, dan lain sebagainya, semuanya butuh transistor.
Untuk memudahkan memahami pengertian dan fungsi transistor adalah bahwa transistor itu dibentuk dengan dua buah dioda germanium dimana salah satu germanium memiliki muatan positif (P) dan germanium lainnya memiliki muatan negatif (N).  Germanium jenis P (positif) memiliki jumlah elektron yang sangat sedikit.  Dari germanium yang mempunyai muatan positif dan negatif  itu digabungkan.  Jika germanium P digabung dengan germanium N lalu digabung lagi dengan germanium P, maka terjadilah transistor jenis PNP.  Sebaliknya jika germanium N digabung dengan germanium P lalu digabung lagi dengan germanium N, maka terjadilah transistor jenis NPN.
Selanjutnya ketiga germanium yang juga disebut gabungan elektroda itu dikemas dalam suatu lapisan.  Lalu ketiga elektroda atau germanium diberi tep, kaki penyambung berupa kawat.  Oleh sebab itulah pada umumnya transistor memiliki tiga kawat atau kaki.  Adapun tugas atau fungsi kaki-kaki transistor tersebut ialah :
  • Emitor bertugas menimbulkan elektron-elektron.
  • Kaki kolektor berfungsi menyalurkan elektron-elektron tersebut keluar dari transistor.
  • Basis mengatur gerakan elektron dari emitor yang keluar melalui tep/kaki kolektor.
Adapun fungsi transistor, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Trasistor sebagai saklar.
Dengan memanfaatkan sifat hantar transistor yang tergantung dari tegangan antara elektroda  basis  dan  emitter  (Ube),  maka  kita  dapat  menggunakan  fungsi transistor  ini sebagai  sebuah  saklar  elektronik,  dimana  saklar  elektronik  ini  mempunyai  banyak kelebihan dibandingkan dengan saklar mekanik, seperti :
a.  Fisik relative jauh  lebih kecil,
b. Tidak menimbulkan suara dan percikan api saat pengontakan.
c. Lebih ekonomis.
Transistor Sebagai Saklar
Transistor Sebagai Saklar
Prinsip saklar elektronik dengan transistor diperlihatkan seperti gambar dimana dalam gambar tersebut diperlihatkan kondisi ON dan OFF nya. Kondisi  OFF  terjadi  jika  IC  .  RL = 0, dimana dalam kondisi ini tegangan UBE lebih kecil dari tegangan konduk transistor, sehingga tegangan UCE = UCC.
  • Transistor sebagai pengatur tegangan (Voltage-Regulator)
Fungsi transistor sebagai pengatur tegangan, jika  terjadi  fluktuasi  tegangan  jala-jala  pada  sisi  input  atau  jika  ada  perubahan beban R L, maka tegangan UCB akan berubah dengan jumlah yang sama, kar ena UZ tetap konstan sedangkan Ui = UCB + UZ. Pada saat terjadi perubahan tegangan ini, Uo akan konstan karena UBE praktis tidak terpengaruh oleh perubahan UCB.
Transistor Sebagai Pengatur Tegangan
Transistor Sebagai Pengatur Tegangan
  • Transistor sebagai penguat arus
Fungsi transistor sebagai penguat arus, hal ini menyebabkan transistor bisa dipakai untuk rangkaian power supply / catu daya dengan tegangan yang diatur. Supaya pada emitor keluar tegangan yang tetap, maka transistor harus dibias tegangan yang konstan pada basisnya. Sebuah dioda zener biasanya digunakan untuk mengatur tegangan basis supaya tetap.
Transistor Sebagai Penguat Arus

Minggu, 01 September 2013

2 DOWNLOAD MATERI PROSES PRODUKSI 1




DOWNLOAD MATERI PROSES PRODUKSI 1

bagi teman2 yang ingin mendownload materi proses produksi 1 yang berkaitan dengan proses pembentukan
silahkan download di link ddibawah ini

DOWNLOAD MATERI PROSES PRODUKSI 1

Senin, 17 Juni 2013

0 UCAPAN SELAMAT

Selamat atas terpilihnya teman kami Maulana Effendi dan Yusuf Kurniansyah sebagai ketua dan wakil ketua HIMATEM (Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin) Universitas Lampung periode 2013-2014, semoga atas terpilihnya himatem bisa lebih baik dari sebelumnya dan mohon kerjasamanya, dan semoga semua program kerja kedepannya bisa dilaksanakan sebaik mungkin :)




Dan juga ucapan selamat kepada kakak kami tersayang Tri Wibowo atas terpilihnya menjadi Wakil Presiden BEM Universitas Lampung periode 2013-2014, semoga tambah sukses kedepannya. Amin.



SALAM SOLIDARITY FOREVER!!! 

Selasa, 19 Maret 2013

0 SAMBUNGAN PAKU KELING

1.1  PENGERTIAN
Paku keling / rivet adalah salah satu metode penyambungan yang sederhana. sambungan keling umumnya diterapkan pada jembatan, bangunan, ketel, tangki, kapal  Dan pesawat terbang. Penggunaan metode penyambungan dengan paku keling ini juga sangat baik digunakan untuk penyambungan pelat-pelat alumnium. Pengembangan Penggunaan rivet dewasa ini umumnya digunakan untuk pelat-pelat yang sukar dilas dan dipatri dengan ukuran yang relatif kecil. Setiap bentuk kepala rivet ini mempunyai kegunaan tersendiri, masing masing jenis mempunyai kekhususan dalam penggunaannya.
Sambungan dengan paku keling ini umumnya bersifat permanent dan sulit untuk melepaskannya karena pada bagian ujung pangkalnya lebih besar daripada batang paku kelingnya.
Bagian utama paku keling adalah :
1.      Kepala
2.      Badan 
 3.      Ekor
4.      Kepala lepas
Bahan paku keling
Yang biasa digunakan antara lain adalah baja, brass, aluminium, dan tembaga tergantung jenis sambungan/ beban yang diterima oleh sambungan.
Penggunaan umum bidang mesin : ductile (low carbor), steel, wrought iron.
Penggunaan khusus : weight, corrosion, or material constraints apply : copper (+alloys) aluminium (+alloys), monel, dll
1.2  PENGGUNAAN PAKU KELING
Pemakaian paku keling ini digunakan untuk :
Ø  Sambungan kuat dan rapat, pada konstruksi boiler ( boiler,  tangki dan pipa-pipa tekanan tinggi ).
Ø  Sambungan kuat, pada konstruksi baja (bangunan, jembatan dan crane ).
Ø  Sambungan rapat, pada tabung dan tangki ( tabung pendek, cerobong, pipa-pipa tekanan).
Ø  Sambungan pengikat, untuk penutup chasis ( misalnya ; pesawat terbang, kapal).
1.3  KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN
a.       Keuntungan
Sambungan paku keling ini dibandingkan dengan sambungan las mempunyai keuntungan yaitu :
Bahwa tidak ada perubahan struktur dari logam disambung. Oleh karena itu banyak dipakai pada pembebanan-pembebanan dinamis.
Sambungan keling lebih sederhana dan murah untuk dibuat.
Pemeriksaannya lebih mudah
Sambungan keling dapat dibuka dengan memotong kepala dari paku keling tersebut
b.      Kelemahan
* Hanya satu kelemahan bahwa ada pekerjaan mula berupa pengeboran lubang paku kelingnya di samping kemungkinan terjadi karat di sekeliling lubang tadi selama paku keling dipasang. Adapun pemasangan paku keling bisa dilakukan dengan tenaga manusia, tenaga mesin dan bisa dengan peledak (dinamit) khususnya untuk jenis-jenis yang besar.
* Paku keling dalam ukuran yang kecil dapat digunakan untuk menyambung dua komponen yang tidak membutuhkan kekuatan yang besar, misalnya peralatan rumah tangga, furnitur, alat-alat elektronika, dll
1.4  JENIS PEMBEBANAN DALAM PAKU KELING
Bila dilihat dari bentuk pembebanannya, sambungan paku keling ini dibedakan yaitu :
Pembebanan tangensial dan Pembebanan eksentrik.
*   PEMBEBANAN TANGENSIAL
Pada jenis pembebanan tangensial ini, gaya yang bekerja terletak pada garis kerja resultannya, sehingga pembebanannya terdistribusi secara merata kesetiap paku keling yang digunakan.
* PEMBEBANAN EKSENTRIK

LIHAT JUGA

member